Rabu, 30 September 2009

Bagaimana Sih Caranya Biar Tidak Ketahuan Selingkuh..?

Bagaimana Caranya Biar Tidak Ketahuan Selingkuh ImageUntuk para penyelingkuh, harus memperhatikan rambu-rambu selingkuh. Utamanya, jangan meninggalkan jejak yang nantinya gampang diketahui sang pacar. Contohnya aja, semua Inbox maupun Outbox yang ada di telepon genggam harus bersih, saat ketemu. Jangan pernah meninggalkan tanda apapun di baju, celana, apalagi di badan sendiri. Dan juga tidak boleh menerima atau memajang barang apapun yang akan mengundang kecurigaan. Misalnya saja, dapat boneka atau miniatur F1, segera saja deh simpan di lemari.


2. Jangan memberikan nomor telepon yang sama kepada pacar dan selingkuhan. Kalau bisa sih, punya beberapa telepon dalam satu waktu. Kalau tidak ada, manfaatkan kartu perdana murah. Atau dengan alasan lain, “Maaf handphone-ku dipinjam teman.”


3. Alamat rumah perlu dirahasiakan dari selingkuhan. Karena biasanya, selingkuhan sering nekat datang ke rumah jika tidak dihubungi dalam jangka beberapa waktu lamanya.

4. Sedikit memberikan keterangan palsu yang menaikan derajat, harkat, dan martabat. Misalnya saja, “Ini mobilku”. Padahal, sepeda motor aja pinjaman. Jadi, jika ketemu dijalan, selingkuhan tidak akan tahu dan menyapa jika kita bersama sang pacar.

5. Sama seperti nomor telepon, usahakan juga punya beberapa alamat email. Kadang berpura-pura ‘gaptek’ bisa juga jadi syarat selingkuh. Berpura-pura tidak bisa internet, padahal punya segudang pacar walaupun dalam dunia maya melalui chatting.

6. Siapkan berbagai rencana, jawaban, alasan, maupun karangan cerita untuk berjaga-jaga. Siapa tahu sang pacar curiga dan menanyakan hal yang macam-macam. Kalau untuk hal ini, diusahakan belajar menatap matanya dan sedikit belajar memelas bahkan menangis.

7. Jangan terlalu banyak berbicara mengenai hal-hal baru. Banyak kejadian seperti ini yang akhirnya menjebak. Contohnya, saat sang pacar membahas tentang cerita film baru, biasanya kita tidak mau kalah dengan menjawab, “Oh iya, ceritanya bla..bla..bla..”

8. Sesuaikan jadwal kencan. Bila perlu seperti kursus, senin-kamis, selasa-jumat, dan lain-lain. Dan bila memungkinkan, berilah satu hari ekstra untuk diri sendiri, jadi seumpamanya sang pacar sudah mulai curiga, Anda bisa membuktikannya di satu hari luang itu. Yang paling penting, buat rencana dengan bersela-sela, jangan monoton.

9. Koleksilah beberapa parfum, khususnya parfum yang sama dengan milik selingkuhan atau pacar. Simpanlah di botol-botol kecil sehingga bisa disemprotkan kapan saja, tanpa meninggalkan aroma lain. Jika memungkinkan, bawalah baju cadangan jika ingin bertemu pacar dan selingkuhan dalam waktu yang hampir sama.

10. Saat membawa selingkuhan jalan-jalan, jangan pernah menyapa penjaga toko, penjual karcis bioskop, atau ke tempat-tempat yang dikenal sang pacar. Banyak yang menyukai kita, tapi lebih banyak lagi yang tidak suka melihat kita selingkuh.

11. Jangan pernah menjanjikan apa-apa kepada selingkuhan, baik materi, janji, maupun kata-kata indah.

12. Ceritakan kepada selingkuhan, jika Anda sudah mempunyai pasangan. Biasanya, ini jurus jitu yang langsung mematahkan pemikiran bahwa Anda salah telah berselingkuh. ‘Lha wong sama-sama mau kok’.

13. Usahakan jangan serius menceritakan masalah yang dihadapi kepada selingkuhan, karena semua itu bisa menjadi boomerang untuk diri kita sendiri. Ingatlah, jika selingkuhan itu nekat.

14. Jangan berbuat sesuatu yang berlebihan dengan selingkuhan. Apalagi melebihi sang pacar, lain halnya jika Anda selingkuh untuk mendapatkan yang lebih baik.

Namun, seperti kata pepatah, ‘Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga’. Sepintarnya kita menyimpan rahasia jelek, pasti dampaknya akan buruk di kemudian hari. Selingkuhan bisa menyenangkan jika kita seperti tupai yang belum pernah jatuh

32 Tanda Emosional Bila Si Dia Berselingkuh

Tanda Emosional Bila Dia Berselingkuh ImagePria "manis" yang terlihat tak mungkin macam-macam pun bisa menjadi peselingkuh. Mulai dari selingkuh kecil hingga selingkuh berat yang berlanjut ke ranjang! Tandai ciri-cirinya!

Bukan berarti harus mencurigai pasangan Anda. Tapi, seperti anekdot "kucing disodori ikan asin pasti langsung disambar", siapa yang tak tergoda jika ada seseorang yang terus-menerus mencoba menarik perhatian kita.
Karena sering bertemu, mengobrol, dan akhirnya saling curhat, perselingkuhan pun semakin mungkin terjadi. Apalagi bila kebetulan kondisi hubungan dengan pasangan pun sedang seperti mendung yang gelap.

Namun, tentu saja tak berarti solusinya adalah mengawasi dan menginterogasi pasangan selama hampir 24 jam. Yang penting, ciptakan hubungan yang kondusif di antara Anda berdua, dan belajarlah jeli membaca tanda-tanda kemungkinan adanya perselingkuhan. Dengan begitu, pengkhianatan bisa segera dihentikan, dan hubungan Anda berdua pun masih terselamatkan.


Lalu, apa saja tanda-tanda awal yang bisa dijadikan petunjuk? Marcella Bakur dan Raymon B. Green dalam buku mereka, 180 Telltale Signs Hates Are Cheating and How to Catch Them, mengungkapkan 32 tanda emosional seseorang yang sedang berselingkuh.

1. Dia lebih perhatian dari biasanya. Ini karena dia merasa bersalah kepada Anda. Namun, perhatian tersebut perlahan-lahan akan berkurang dan akhirnya menghilang setelah perselingkuhan semakin dalam.

2. Dia mulai menghujani Anda dengan hadiah. Sama seperti poin pertama, ini dilakukannya karena merasa bersalah telah mengkhianati Anda. Dengan memberikan hadiah-hadiah itulah ia bisa mengatasi rasa bersalahnya.

3. Tingkah lakunya membuat Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres. Percayailah instink Anda. Tidak peduli dengan instink tersebut sama saja Anda "membutakan" diri dari kebenaran yang ada. Andalah yang paling tahu kebiasaan, rutinitas, dan sikap-sikapnya sehari-hari. Jadi, curigalah bila semua itu berubah.

4. Dia mulai semakin sering memancing pertengkaran. Ini adalah alasannya untuk marah dan pergi menemui kekasih gelapnya. Namun, bisa juga dilakukan karena perasaannya yang bercampur aduk setelah mengkhianati Anda.

5. Selalu membicarakan kemungkinan hubungan Anda berdua berakhir. Waspadalah jika dia mulai sering berkata, "Apa yang kamu lakukan jika hubungan kita berakhir?" atau, "Jika sesuatu terjadi pada kita berdua, saya akan selalu menyayangi kamu sebagai teman." Asal Anda tahu, kalimat berandai-andainya itu karena ada orang lain yang akan menerimanya dengan senang hati begitu hubungan Anda berdua berakhir.

6. Dia seperti Anda saat sedang mengalami PMS. Dia tampak senang dan bersemangat ketika akan pergi keluar rumah sendirian, dan langsung lesu serta lemas saat berada di dekat Anda.

7. Dia jarang bicara dengan Anda dan menjadi "dingin" seperti es batu, tidak peduli pada perasaan Anda.

8. Selera musiknya tiba-tiba berubah. Karena jadi lebih sering mendengarkan musik kesukaan "sang pacar", ia pun jadi ikut menyukai musik tersebut.

9. Harga dirinya rendah. Bukan berarti lalu dia pasti berselingkuh. Namun, orang-orang seperti ini umumnya cenderung mencari rasa aman dan umpan balik positif dari orang lain. Nah, salah satu cara mendapatkannya, ya, lewat perselingkuhan!

10. Dia terus-menerus mengkritik orang lain (lawan jenisnya). Ini adalah usahanya untuk membuat Anda berpikir bahwa orang seperti itu bukanlah tipe favoritnya, walau sebenarnya diam-diam dia tertarik.

11. Dia jadi lebih sering memberi kritik pedas kepada Anda.

12. Emosinya jadi lebih mudah terpancing terhadap komentar Anda, bahkan komentar netral sekalipun.
13. Dia tak lagi memberi perhatian kepada Anda, anak-anak, dan kehidupan keluarga.

14. Dia mulai seperti bermain "petak umpet" saat Anda berada di dekatnya. Misalnya, Bering sekali menutup pintu atau pergi menjauh saat bicara di telepon.

15. Dia tak pernah lagi memuji penampilan Anda.

16. Dia mulai berhenti mengucapkan "Aku cinta kamu."

17. Dia tampak salah tingkah atau tampak merasa bersalah saatAnda melakukan hal baik untuknya.

18. Dia justru menuduh Andalah yang berselingkuh walau tak memiliki bukti yang kuat.

19. Dia lebih memilih menghabiskan waktu bersama teman-temannya dibanding bersama Anda

20. Dia mulai tak berminat membicarakan masa depan perkawinan Anda berdua.

21. Dia tak lagi menunjukkan kasih sayangnya kepada Anda.

22. Dia lebih memilih membaca atau menonton teve dibanding mengobrol atau bercinta dengan Anda.

23. Dia sering membicarakan masalah yang tengah dialami orang lain, terutama dad lawan jenisnya.

24. Dia mulai menggunakan kata-kata humor atau canda serta pendapat yang berbeda dad biasanya, yang tidak mencerminkan didnya.

25. Dia semakin tidak memperhatikan anak-anaknya. Anak-anak pun merasa ada sesuatu yang salah dengan ayah mereka.

26. Dia seperti menarik diri dan menjauh. Tapi saat Anda menanyakan itu semua, dia tak ingin membicarakannya.

27. Dia tampak tidak berkonsentrasi dan tidak menunjukkan gairahnya saat bercinta.

28. Dia selalu tampak kaget atau bingung setiap bangun pagi. Ini karena tidak yakin di tempat tidur siapa dia terbangun.

29. Anda mendengarnya mengigau menyebutkan nama seseorang (nama perempuan tentunya) lebih dari satu kali.

30. Sahabat dan anggota keluarga Anda sering melihat ketegangan di antara Anda berdua, bahkan jauh sebelum Anda sendid menyadarinya.

31. Dia mudah sekali merasa "terancam" saat Anda bertanya-tanya tentang beberapa hal kepadanya, dan merasa seperti diinterogasi.

32. Pola tidurnya berubah dari biasanya dan tampak resah.

Nah, apakah tanda-tanda tersebut juga terdapat pada pasangan Anda? Jika iya, waspadalah!

After An Affair
Perselingkuhan terjadi, pasangan Anda memohon maaf, berjanji tak mengulanginya lagi, dan Anda ingin memaafkannya. Bagaimana caranya?

* Cari tahu berbagai fakta tentang perselingkuhan itu dari pasangan Anda. Mintalah ia menjelaskan fakta-fakta penting saja. Dari sini, Anda berdua bisa menemukan apa yang sebenarnya membuat perselingkuhan itu terjadi, dan bagaimana cara mencegahnya agar tak terulang lagi.
* Pahami perasaan masing-masing. Dia harus memaklumi perasaan Anda setelah perselingkuhan itu, dan Anda pun demikian. Dengan begitu, langkah selanjutnya akan terasa lebih mudah bersama-sama untuk menentukan apa yang perlu dan yang tidak boleh dilakukan oleh masing-masing pihak. Ini untuk mencegah perselingkuhan terulang lagi.
* Maafkan dan lupakan. Ungkapan "to forgive is to forget" benar-benar harus Anda praktikkan, walau mungkin sulit. Jangan pernah ungkit kesalahannya dan hargailah usahanya untuk berubah. Yang penting, pastikan dia benar-benar jera dan tak akan menyakiti Anda lagi.

Ukuran Penis Lebih Penting daripada Foreplay

Ukuran Penis Lebih Penting daripada Foreplay ImageInilah tanda bahwa seks ternyata masalah yang cukup penting, sehingga menjadi bahan penelitian yang tak ada habisnya. Sebuah studi baru menyatakan, dasar dari seks yang hebat bagi wanita adalah ukuran alat vital (yang besar) dan pikiran positif. Anggapan ini tentu mematahkan pendapat para ahli yang selalu mengatakan bahwa foreplay adalah faktor yang mendukung seks yang dahsyat.


Penelitian, yang dipimpin oleh Stuart Brody dari University of the West of Scotland, menanyakan pada sekitar 1.000 wanita Ceko apa yang menyebabkan mereka mendapatkan orgasme vaginal-nya. Seperti Anda ketahui, vaginal orgasm terjadi bila ada penetrasi dari penis ke vagina tanpa tambahan stimulasi apa pun. Sebanyak sepertiga dari responden mengatakan akan mencapai klimaks jika penis pasangannya lebih panjang dari ukuran rata-rata.


Analisa lanjutan dari hasil studi tersebut membuktikan bahwa durasi hubungan seks juga memainkan peranan yang penting. Justru faktor penyebab orgasme yang menghilang dalam daftar tersebut adalah: foreplay!

Hasil penelitian ini memang sedikit mengejutkan, karena pria seharusnya tidak berpikir bahwa ukuran dan durasi bercinta hanyalah satu-satunya penyebab orgasme pada wanita. Meskipun demikian, studi ini juga menunjukkan bagian yang menarik, dimana dikatakan bahwa untuk mencapai orgasme wanita perlu berpikir lebih positif mengenai orgasme.

Tim profesor Brody juga mendapati bahwa wanita, yang diajarkan bahwa vagina (atau vagina dan klitoris) penting untuk membangkitkan orgasme, secara signifikan lebih berhasil dalam mencapai orgasme vaginal. Jadi, berbahagialah Anda yang pernah mendapatkan pengetahuan mengenai hal ini. DIN

Source www.kompas.com